Showing posts with label Nature Love. Show all posts
Showing posts with label Nature Love. Show all posts

Saturday, December 28, 2013

Palembang Yang Tetap Menarik

Jembatan Ampera

Hari ini Jumat satu hari setelah aku tiba dari US, kayaknya badan masih pegel-pegel setelah perjalanan panjang aku dari Los Angeles ke Jakarta dan aku sudah harus berangkat lagi ke Palembang. kayaknya enak bener gitu, perasaan aja sih itu sebenarnya pindah dari satu pesawat ke pesawat yang lain. perjalanan aku kali ini memang panjang banget sih jika dihitung jaraknya, ribuan kilometer.

Pagi pagi sekali aku sudah harus antri lagi di loket penerbangan diCengkareng untuk menuju ke Palembang. Penerbangan kali ini sih tidak terlalu lama sekitar satu jam penerbangan aku sudah tiba di Bandara Palembang, setalah antri dipengambilan bagasi aku keluar airport dan sudah ditunggu oleh sepupuku. karena sudah cukup lama tidak ketemuan sama sepupuku, biasalah tanya sana tanya sini bagaimana keadaan selama aku tinggal di US dan lain lain sebagainya.

Mau kemana dulu nih tanya sepupuku tiba -tiba memotong pembicaraanku, aku bilang maunya sih cari Pempek dulu makanan khas palembang, tapi aku bilang ke Hotel dulu deh biar barang bawaan ini bisa lepas dulu, baru kita jalan. dalam perjalanan ke Hotel aku ngak banyak liat sana sini, mungkin karena masih Jet Leg plus juga kecapean yg memang benar-benar belum cukup istirahat, aku ketiduran selama perjalanan ke Hotel.

Tujuan utama yang menjadi keputusan pagi ini ialah aku akan di bawa sama sepupuku berkunjung ke Pulau Kemaro melihat Pagoda tempat sembahyangnya Orang Chinese di Palembang.
Kami menuju ke ujung Kota Palembang di perbatasan sungai Musi. untuk menuju tempat ini kami harus menyewa perahu yang orang-orang lokal menyebutnya sebagai Ketek.
setelah tawar menawar dan sepakat harga, kami pun naik Perahu ini, sebelum menuju ke Pulau Kemaro kami diajak berputar-putar sekitar jembatan musi oleh pengemudi Perahu ini, terlihat keramaian dibawah Jembatan Musi ini, dipinggir jebatan terlihat pedagang-pedagang makanan dan perahu perahu yang akan membawa para penumpang menyeberang sungai


sepanjang perjalanan di sungai Musi ini banyak sekali hal-hal yang menarik dapat terlihat, dari rumah penduduk ditepian sungai musi hingga kapal kapal besar yang berlabuh membuang jangkar ditengah Sungai Musi ini. cuaca hari ini cukup panas dengan matahari yang bersinar denag teriknya membuat aku berkeringat, tetapi selama perahu ini berjalan terus angin yg bertiup cukup membuat tubuhku agak sedikit dingin.

Tidak beberapa lama kami pun tiba diPulau Kemaro yang menjadi tujuan kami, hari ini terlihat banyak pengunjung mungkin di karenakan hari libur sekolah dan terlihat banyak anak anak muda yang berkunjung ke tempat ini.

  

kami berjalan keliling memutari pulau ini, ternyata tidaklah besar dengan berkeliling sekitar 15 menit kita sudah berkeliling seluruh pulau. menurut cerita pada hari-hari tertentu pulau ini penuh dengan pengunjung yang hendak bersembahyang. di pulau ini juga terdapat warung warung menjual makanan seperti Es kelapa Muda dan Mie Instant, buat aku yang melihat Kelapa muda kesempatan yang tak terlewatkan untuk menikmatinya, terutama udara yang panas memang cocok sekali menikmati kelapa muda.


Setelah hari sudah mulai sore, kami pun kembali menaiki perahu yang kami sewa untuk kembali menuju Jembatan Ampera tempat dimana kami memulai perjalanan kami hari ini. wisata sungai Musi ini boleh dikatakan menyenangkan dikarenakan sepanjang perjalanan disungai Musi ini kami dapat melihat lihat pemandangan rumah rumah penduduk yang dibangun ditepi sungai.




Friday, December 14, 2012

Bermimpi. Berkemas. Berangkat



Baru-baru ini WEGO Indonesia dan Hifatlobrain Travel Institute melansir video bertajuk Vaastu.Video ini dipersembahkan kepada mereka yang mendedikasikan sebagian waktunya di perjalanan demi sebuah petualangan baru: para traveler, para pencari arah.
Petunjuk peta perjalanan Vaastu
Dalam bahasa Sansekerta, vaastu berarti arah. Video berdurasi dua menit ini sendiri berkisah tentang seorang traveler yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Selain bermodalkan peta, ia mempercayakan vaastu-nya kepada penduduk lokal untuk memandunya selama perjalanan. Ia menjelajahi berbagai tempat, mulai dari perbukitan, perkebunan, pasar, hingga pantai. Di persinggahan terakhir, ia biarkan dirinya menyerap segenap keindahan yang ditawarkan tempat itu. Saat itulah ia menemukan vaastu-nya.
Mencari jalan Vaastu
Setiap traveler membutuhkan panduan untuk mencapai destinasi impian mereka. Panduan tersebut dapat berasal dari mana saja, mulai dari yang paling konvensional seperti peta atau penduduk lokal, sampai internet seperti situs perjalanan, blog, dan sebagainya
bertanya Vaastu pada penduduk lokal
Seorang traveler sejati beranggapan bahwa pemandu terbaik dalam perjalanan adalah penduduk lokal. Tak hanya petunjuk, dari mereka kita juga kerap mendapatkan cerita menarik yang mewarnai perjalanan soal destinasi yang akan atau sedang kita kunjungi. Vaastu, merupakan buah panduan yang tepat tersebut. Sehingga meski traveling seorang diri (solo traveling), kita tak semestinya takut untuk menemukan kejutan-kejutan yang menanti di perjalanan.
Vaastu solo travelling
Barangkali pepatah klasik yang dilontarkan oleh seorang filsuf dan theologis Latin, St. Augustine, tepat menggambarkan pesan yang ingin disampaikan oleh video Vaastu ini: “Hidup bagaikan sebuah buku; mereka yang tak pernah bepergian hanya membaca satu halaman saja”.
vaastu bermimpi berkemas berangkat
Bepergian lah, dan temukan sendiri arahmu. Tak perlu gentar, justru sebaliknya, sambut lah kejutan-kejutan tersebut dengan tangan terbuka sebagai sebuah pengalaman baru.
Bermimpi. Berkemas. Berangkat.

re issue, Nature love.


Thursday, December 13, 2012

Hike down Rainbow Falls,,,



Minggu pagi group kami sudah harus berada di tempat halte bis...Mammoth halte bis. dari sinilah kami harus antri menunggu bis yang akan membawa kami sekitar 45 menit ke tempat hike starting point. hiker tidak di ijinkan berjalan kaki ke tempat starting point. dapat dimengerti kenapa, karena jika kita semua berjalan menuju hike start point akan memakan waktu yg cukup lama dengan menumpangi bis saja 45 menit bagaimana jalan kaki. plus kita berada di high elevation 8000 feet above sea level. biasanya dengan ketinggian sekian kadar oksigen di udara sudah lebih rendah.


hasihnya kita akan merasa cepat lelah. setelah menumpangi bis ini kita semua dibawa turun dari puncak bukit ke dasar lembah Mammoth mountain melalui jalan yang sempit dan berliku-liku, jika akan berpapasan dengan bis yang akan membawa penumpang kembali ke tempat semula di alun alun salah satu bis harus berhenti dan memberi jalan...karena jalan tersebut hanya muat satu bis, salah sedikit bis bisa masuk Jurang.


setelah tiba di kita tiba di start point untuk hike kami semua breafing untuk tidak memisahkan diri satu sama lain dan tetap di dalam group. cukup beruntung pada saat kami mengadakan perjalanan musim saat itu musim kering , tidak ada hujan bisa dibayangkan kalau hujan bukan mail trail yg kami jalan akan merupakan tempat lumpur, tidak menjadi masalah pada saat kami hike hanya debu tanah saja yg berterbangan dari telapak-  telapak kaki yang menginjaknya. 30 menit pertama pemandangan jang menakjupkan di depan kami terbantang batu-batu besar memanjang seperti disusun berdiri, menakjubkan, seperti ajaib.

melanjutkan kembali perjalanan yang lebih panjang lagi 50 menit menuju ke Air terjun Rainbow. sebagian sudah mulai lelah terutama anak anak kecil, sebentar sebentar berhenti al hasil perjalanan menjadi lebih lama lagi, setalah berjalan hampir satu jam di kejauhan terdengar suara gemuruh air semua menira tidak akan jauh lagi makin dekat suara gemuruh air makin terdengar keras. setibanya di tempat air terjun ternyata kita semua masih harus jalan turun menuruni anak tangga seribu, jauh dibawah untuk sampai ke dasar water fall. tapi semuanya itu terbayar setelah kita sampai didasar falls memang terlihat pelanginya dari air terjun  sekarang barulah kami mengetahui mengapa air terjun ini disebut Air terjun Pelangi ...."Mammoth Rainbow Falls"




Saturday, December 8, 2012




Silent.......

What an awkward situation. A man was waiting in a busy airport
and, being hungry, bought a bag of doughnuts. He found a table, placed
the bag on the table, but then decided he also needed something to drink.The man returned to the counter, purchased a drink, and came
back to his table, only to find another traveler seated there.

The food court was busy, and so he was happy to share the table. 
The man reached his hand into the bag of doughnuts and began to
eat. The newcomer looked up, smiled, and helped himself to one of the
doughnuts from the bag. Our traveler could hardly believe his eyes.
Here was a complete stranger helping himself without even asking.
He gave him a withering look and went back to reading the newspaper.

A little while later he took another doughnut. The other man did too.
The first man was about to say something, but he was interrupted by a
boarding call, at which the rude visitor jumped up. But before leaving, he
reached into the bag again. He took out the final doughnut, broke it in
half, and left the stunned man with a smile and the last doughnut half.
Remaining at the table, the man marveled at the boldness of his fellow
traveler.
A short time later his flight was called. He picked up his coat, under
which was a small bag. It was a bag of doughnuts. It was his bag of
doughnuts. He realized that the man he had accused of eating his
doughnuts was innocent. Our traveler had been helping himself to the
other man’s dougnuts........ What would have happened if he had said something...???

Monday, December 3, 2012


Wound,

Victory is when our hearts sincerely forgive even been let down so deep ... Although sugar is sweet, but the sugar is not always good for the body ... 
The wound is only going to be worst when we focus on the pain of the heart ... do not focus on our hearts what makes us hurt or how so painful, but think and make efforts to heal the wounds ...

From a wound we learn perseverance and self introspection ...



......Tuscany....






Friday, November 23, 2012


Thanks Giving Night

November 22 2012,

jam menunjukan 7 malam, kelihatannya semua sudah siap untuk kumpul di meja makan....(semua) kedengarannya seperti banyak orang padahal sih cuma berempatan. emak, bapak, sama anak dua...hahaha.

kalau di America tradisi Thanks Giving sudah dirayakan sejak dahulu kala....lama sekali, puluhan tahun, bahkan mungkin ratusan tahun. bagi kami sebagai pendatang dari Indonesia bukannya lupa dengan kebiasaan-kebiasaan dari Indo, tetapi bagi sesuatu yg baik itu patutlah untuk di tiru, yah yang seperti ini.... Thanks Giving Day.







Untuk menu makanan yg kami sediakan tidaklah terlalu ber-macam2, yg paling utama biasanya pada saat hari itu Ayam Turki, di Indonesia adalah ayam Kalkun. this is a must bagi orang2 America. sepertinya sudah menjadi trademark, kami pun sepertinya sudah bertahun2 menyediakan menu yg sama di meja makan pada saat hari Thanks Giving, tapi tahun ini kami memutuskan untuk menu yg sedikit berbeda.

Sebenarnya bukanlah pesoalan makanan yg menjadi topik utama merayakan hari Thanks Giving, kebersamaan dari keluarga, berkumpul, bercerita, mengenang masa lalu, satu tahun yg sudah dijalankan, dan mengingat masa lalu sewaktu masih di Indonesia dan mengingat berkat2 yg sudah di berikan oleh Tuhan yg begitu baik untuk umatnya. Setelah makan bersama, berbagi cerita, dan memberikan opini kira kira apa yg baik untuk tahun yg akan datang, kira2 apa yg akan di kerjakan. setelah itu adalah waktu untuk berberes beres dan semua ikut ambil bagian untuk ini.....selesai.

Oh tidak, kami berkumpul untuk nonton acara TV atau Video bersama sambil menunggu midnight jam 12...kenapa ? ada special event yang akan dilakukan, adalah pergi ke pertokoan, atau Mall atau Shopping center, Walmart, Target, Nordstrom, Macy, JC Penny...you name it untuk mengejar sale

inilah waktu yg di tunggu2 oleh Americans,.... Balck Friday SALE....toko2  mulai buka  jam 12 tengah malam, aduh capek....ngantrinya puuuaaaaannnjjjaaaannnnggg, tapi tertib dan saling toleransi menunggu bagiannya...ngak ada istilah "nyelak " kata orang Betawi.......










Sunday, November 11, 2012

 
Owens Valley Hot Tub


Hot springs located bit way from the main road, to get there if you know Mammoth airport just half mie before it, there is many people called Green Church, this is the point, the pool is in the flat land, water is warm, when winter time is nice to spend time dip in the pool with the surrounding of Mammoth Mountains cavered by white snow
















Green Church near Mammoth Airport

Nature Love,