Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Saturday, November 1, 2014

Backpacking Taka Bonerate Part 3



Pukul 2;30 Pagi Alarm hand phoneku berbunyi dan sebagian yang tidur dikamar pagi itu terbangun dan aku bergegas kekamar mandi untuk mandi dengan cepat pagi itu. selesai mandi dan membereskan Backpackku, kamera charger, hand phone charger, battery camera semuanya full charge dan ready to go.

Subuh jam 3 lewat 10 menit dua Avanza menjemput kami di penginapan, dan kami pun semua dibawa kepelabuhan kapal Balukumba, pelabuhan ini jarang dipergunakan oleh kapal Ferry dikarenakan tidak terlalu ramai dan agak jauh dari pusat kota pulau Selayar dan memakan waktu sekitar satu jam dari kota jika hendak menuju kesini tidak seperti pelabuhan Ferry Pamatata yang lebih dekat dengan Kota dan setiap hari Ferry dari Tanjung Bira berlabuh di sini.


Setelah melaut selama 2 jam barulah Matahari pagi muncul di ujung Timur, sepanjang subuh disaat masih gelap selama perjalanan didalam perahu kami hanya dapat merasakan goyang kapal yang cukup kuat karena ombak, setelah matahari muncul kepermukaan laut barulah kami dapat melihat lumayan cukup besar ombak yang harus dilalui perahu kami ini, Ombak laut Flores. ketika hari sudah agak siang dan ombakpun sudah mulai mereda dan perahu kamipun telah melewati pertengahan dari Laut Flores. sudah dapat terlihat di kejauhan ada pulau pulau kecil bagian dari kepulauan Taka Bonerate dan aku bertanya kepada salah satu awak perahu ini masih berapa jauh lagi untuk tiba dipulau itu sambil menunjuk kearah pulau diujung sana yg terlihat masih kecil sekali dan dia mengatakan sekitar 3 jam lagi.

Satu persatu dari kami mulai menaiki dek bagian atas perahu dan duduk menikmati hangatnya sinar matahari dan pemandangan laut Taka Bonerate, dan perahu kami melewati beberapa pulau pulau kecil dari yang berpenghuni dan tidak berpenghuni yang mana terlihat seperti pulau Pasir ditengah laut. laut Taka Bonerate memang bersih dan jernih sekali terkadang saat perahu melewati ditengah antara dua pulau dasar laut dapat terlihat dengan air laut yg berwarna biru tosca dan kadang terlihat dibawah karang karang yang luas, semuanya ini terlihat seolah olah dangkal tetapi ternyata tempat ini cukup dalam, semuanya ini dikarenakan air laut yang jernih dan ombak yang tenang sehingga kita dapat melihat dasarnya.

15 menit lagi kita akan tiba di Tinabo demikianlah kata teman kami ini, dan memang Pulau Tinabo sudah mulai kelihatan semakin dekat dengan Cottages Cottagesnya yang mempunyai atap merah dan terlihat juga dari kejauhan bendera merah yang sangat besar berkibar yang memberi tanda disinilah tempat menyelam.





Perahu kami sudah ditunggu kedatangan oleh pegawai Pulau Tinabo, menurut informasi dari pegawai resorts disini saat itu semua Cottages penuh dengan tamu dan kami cukup beruntung mendapatkan Cottage yang paling besar yang dapat menampung kami semua. setelah perahu merapat didermaga Pulau Tinabo kami pun disambut oleh pegawai Resorts Tinabo.

 kesempatan yang tidak di sia siakan oleh beberapa teman untuk mengabadikan dengan kamera masing masing begitu menginjakkan kaki didermaga Pulau Tinabo ini sambil menunggu awak perahu mengeluarkan semua barang barang kami dari perahu. Pulau Tinabo tidak terlalu besar dapat diperkirakan dengan berjalan kaki mengitari pulau cukup dengan setengah jam mungkin kita sudah berada dispot yag sama pada saat kita berjalan memutari pulau.



























Cottage yang akan kami tempati  mempunyai 3 kamar dan kamipun berbagi kamar untuk bagian pria dikamar mana dan yang wanita dikamar yang mana. Selesai berberes barang barang dan kamipun dipersilahkan makan siang terlebih dahulu, manu siang itu adalah ikan goreng pedas, ikan kuah kuning. Setelahmakan siang akan dilanjutkan dengan acara Senorkeling disekitar Pulau Tinabo dan melihat lihat anak ikan Hiu dipantai depan Resorts kami dan setelah itu barulah kami akan dibawa menuju Pulau Gusung dimana pulau ini hanyalah Pasir putih yang sanagt luas yang muncul dari permukaan laut pada saat air laut surut.




Setelah berpuas puas bermain dengan anak ikan Hiu dan kami semuapun naik kedalam perahu untuk menuju Pulau Gusung, dengan memakan waktu sekitar setengah jam dan kamipun sampai ditempat. awak perahu melemparkan jangkar keatas permuakaan pantai pasir pulau ini dan tidak beberapa lama kami sudah diperbolehkan untuk turun dari perahu.

Pulau pasir yang cukup luas ditengah lautan yang biru, pasir putih yang sangat halus seperti tepung,  siang itu matahari bersinar dengan teriknya, sunblock dan topi penutup kepala sangat disarankan jika berkunjung ketempat ini karen angin laut yang sejuk dapat menghilangkan rasa panas dari matahari dan tidak terasa badan sudah mulai terbakar jika kita tidak menggunakan sunblock.







Photo session dimulai, semua jenis kamera dari yg pocket sampai kamera phonepun semuanya mengabadikan keindahan pulau Gusung. Berhubung hari sudah mulai sore dan kami pun sudah harus kembali ke Cottage pulau Tinabo, tetapi sore itu sesampainya di Pulau Tinabo kami masih mempunyai waktu untuk berSenorkeling di sekitar pulau. Air laut sudah pasang naik sore itu dan  karang karang disekitar pulau kelihatan indah. pada waktu perahu sudah melempar jangkar dan kami pun melompat kelaut untuk Senorkeling.






Selesai Snorkeling sore itu kami makan malam dan berkumpul diteras cottage kami untuk menghabiskan waktu malam sambil mendengar musik dan bermain kartu dan bercerita cerita tentang pengalaman kami tertinggal Ferry dan tentang tidak mendapatkan penerbangan Aviastar yang tetah kami booking tiga bulan sebelum keberangkatan. tetapi semuanya itu terbayar dengan keindahan Pulau Tinabo

Wednesday, October 22, 2014

Backpacking Taka Bonerate Part 2

Gusung Island Taka Bonerate

Jumat siang Aviastar menyewakan Kami 2 Mobil Avanza, grup pertama 6 orang langsung jalan, sedangkan saya masuk di grup kedua bersama dengan 5 orang lainnya masih menunggu Avanza kedua yg disewakan oleh Aviastar untuk kami. hampir 45 menit kami menunggu. Avanza ke 2 kami tiba dan langsung melaju dengan cepat dan sopir kami saling berhubungan dengan Avanza 1 sudah sampai dimana karena sopir kami ingin mengetahui supaya kami tidak saling tertinggal jauh . kami harus mengejar Ferry terakhir menuju Pulau Selayar dari Pelabuhan Tanjung Bira sore jam 4, perjalanan dari Airport Ujung Pandang memakan waktu cukup lama , Hari Jumat merupakan hari yg padat, Pelabuhan Kapal Ferry Tanjung Bira tujuan kami siang itu masih jauh sekali.

Setelah menempuh  perjalanan yg panjang namun cepat namun sopir kami mengendarai Avanzanya dengan hati hati, kami mendapat call dari grup yg satu bahwa Avanza mereka sempat menyerempet kendaraan lain tetapi semuanya ok ok saja tidak menjadi masalah. Avanza kami tertinggal agak jauh sekitar stengah jam antara kami dengan Avanza yg pertama. 

Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Bira grup pertama langsung naik ke kapal Ferry. dan  ternyata Kapal Ferry Bontobaharu  sudah harus berangkat saat itu juga, tetapi karena banyak bus yg masuk jadi agak terlambat sedikit. Maya dari grup pertama menghubungi kami memberitahukan bahwa Ferry segera akan berangkat dan awak kapal sudah melepas tambatan tali kapal dari dermaga, dan kapal sudah membunyikan kalkson tanda akan jalan dan kami grup kedua masih setengah jam lagi dari Pelabuhan. 
Vita salah satu yang bersama grup kami mengontak pamannya di Pelabuhan supaya menahan Ferry agar jangan berangkat dulu kerena kami masih dalam perjalanan dan sebentar lagi akan tiba dipelabuhan. Ferry bertahan beberapa menit menunggu kami tetapi para penumpang lain sudah mulai koplain kenapa kapal belum jalan.

Kapal Ferry tidak dapat ditahan lagi, itulah kata kata yg keluar dari mulut Pamannya Vita, memang kami terlambat saat kami tiba dipelabuhan kami dapat melihat kapal baru saja keluar dari pelabuhan perlahan munuju laut lepas. 
Saat itu langsung kami putuskan untuk menyewa Speedboat, tidak mungkin kalau kami harus menunggu Ferry keesokan harinya. 
Saat itu juga kami bersama Paman dari Vita menuju Pantai Tanjung Bira dan mencarikan Speedboat yg dapat kami sewa menuju Pulau Selayar. negosiasi negosiasi hargapun terjadi dan 1 juta rupiah harga yg diputuskan yg empunya Speedboat. dan kami berlima langsung menaiki Speedboat dari Pantai Bira. gas pool pak kita kejar itu Ferry itulah kata kata yg keluar dari mulut Jaka salah satu dari grup kami. jangan khawatir kita akan sampai lebih duluan dari kapal Ferry yg meninggalkan kalian.


dan memang benar apa yang dikatakan oleh siempunya Speedboat setelah sekitar setengah jam dilaut kita dapat melihat bahwa Speedboat kami sudah mendahului kapal ferry yang meninggalkan kami. dan kamipun tiba di Pelabuhan Pamatata Selayar lebih dulu dari kapal Ferry yang ditumpangai oleh teman teman kami dari grup pertama.

Hari mulai sore dan matahari sudah mulai turun di ujung timur saat kapal ferry merapat di Pelabuhan Pamatata, saat yg tidak pernah kami lewatkan untuk mengabadikan Sunset, masing masing ambil posisi dengan kameranya, dan sebagian dari mereka masih bercerita tentang bagaimana tertinggal kapal Ferry






Sunset Pelabuhan Pamatata Selayar

Selamat datang di Pulau Selayar saat penjemput kami datang, dan sore itu kami akan di bawa ke Penginapan untuk bermalam dan akan melanjutkan perjalanan kami besok pagi jam 3 subuh kami sudah harus melanjutkan perjalan kami ke Pelabuhan Bulukumba Pulau selayar dimana kapal motor kecil menunggu kami dan akan membawa kami ke Pulau Tinabo dengan memakan waktu perjalanan selama 5 jam  melalui ganasnya ombak laut Flores.


Monday, October 14, 2013

Pertemuan dengan Anak Raja Ampat


Pagi itu setelah crew dari boat kami melepaskan tali pengikat boat dari dermaga tempat boat kami ditambatkan semalaman, Boat langsung melaju pesat meninggalkan Pulau Manyaifun, pandangan mataku tak lepas untuk tetap mamandang ke pulau Manyaifun hingga kejauhan dan hilang perlahan dari pandangan mata....suka dan duka tertinggal di Manyaifun.

Pulau berikut terlihat kecil di kejauhan setelah boat kami menempuh perjalanan sekitar 30 menit perjalanan laut, aku dan teman teman mulai melihat di kiri dan kanan beberapa pulau pulau kecil lainnya yg indah dan tak berpenghuni...kelihatan indah, dan kami pun masing masing mulai membidikkan kamera kami ke pulau pulau tersebut.

tak terasa boat kami sudah mendekati Kampung Wawiyai Jaya yang masih masuk dalam wilayah Manyaifun... bakti sosial adalah tujuan kami yang utama dalam program ini, membantu anak anak yang kekurangan dengan cara membawa buku bacaan, buku tulis dan alat alat tulis dan mencari cara untuk membuat anak anak ini senang. 

setibanya kami di Kampung Wawiyai Jaya, kami langsung diantar oleh brother Wijaya untuk bertemu dengan kepala Suku kampung ini dan bertemu dengan Kepala sekolah Kampung Wawiyai ini, setelah berbincang bincang sejenak dan kami diijinkan oleh kepala Suku Kampung Wawiyai Jaya untuk melihat lihat keadaan sekolah dasar satu satunya kampung ini,menurut info yang saya dapat suku yang ber ada di desa Wawiyai Jaya ini adalah suku yang tertua di Raja Ampat.



















Setelah berkeliling desa dan berkenalan dengan salah satu guru yang yang bertugas pada saat itu, dan kami pun diijinkan untuk melihat kelas kelas yang hanya terisi tidak sampai setengah murid murid yang ada. Anak anak ini semuanya kelihatan senang sekali ketika melihat kami kami sebagai tamu mereka, dan kami punmenyempatkan diri untuk memperkenalan teknologi yang mungkin tidak pernah terbayangkan di benak mereka bagaimana cara bekerja Camera Phone....self potret...mereka dengan senangnya melihat diri mereka tampil dilayar hand phone, banyak cerita yang lucu kalau kami melihat anak anak ini bertemu saat itu dengan kami. pada saat hendak meninggalkan kampung ini Kepala suku sempat memberikan kami minuman sebagai tanda terima kasih atas kunjungan kami di Desanya, Brother Wijaya sebagai pemandu kami telah memberikan tanda bahwa kami semua sudah harus kembali ke Boat untuk meneruskan perjalanan untuk kunjungan kami kepulau berikutnya, dan kami pun satu persatu berjalan menuju ke dermaga untuk kembali ke Boat, masing masing dari kami hanya terdiam dan melihat penduduk desa Wawiyai Jaya berdiri di depan dermaga, mereka semua orang orang baik yang mecoba memberikan yang terbaik untuk penerus dari Suku mereka.



selepas peninggal kami dari kampung ini masih terlihat dikejauhan orang orang dari kampung ini masih berdiri di atas dermaga sambil melambaikan tangan mereka sebagai tanda terima kasih atas kunjungan kami ketempat mereka, mungkin mereka berpikir kapan lagi kita akan bertemu kembali.
View dari depan Sekolah Dasar desaWawiyai Jaya










Monday, September 16, 2013

Manyaifun Raja Ampat





Bermain  Buah dari Pohon Bakau

Perjalanan gue Hari ini di mulai dari Pantai Waisai menuju ke beberapa tempat Snorkeling dan diteruskan ke Pualau Manyaifun, yang mana grup kami ini akan makan siang dan bermalam di pulau ini. Sebenarnya bukan makan siang lagi tetapi makan sore dikarenakan kami hari ini banyak membuang waktu pada saat Snorkeling.

tiba di Pantai Pulau Manyaifun terlihat beberapa rumah penduduk yang didirikan persis di tepi pantai, kelihatan natural dan indah dan pantai kelihatan masih sepi, setelah menambatkan Boat yang kami pakai, kami berkumpul ditepi pantai untuk makan nasi bungkus dengan Lauk Ikan Goreng, Kangkung Tumis, Sambal Goreng , sepertinya makananan ini adalah yang paling enak rasanya walau cuma 2 menu dikaeenakan sambil menikmati keindahan Pantai Manyaifun

 Selesai makan siang kami semua mengambil barang bawaan dan berjalan menuju Kantor Distrik Manyaifun. disinilah kami akan bermalam, kantor Distrik ini memiliki beberapa ruangan Tidur yang lengkap dengan Kasur, Bantal dan selimut. betapa antusiasnya bapak Azhar sebagai Kepala Distrik menyediakan semua ini bagi tamu tamu yang datang dari tempat lain untuk melihat  keindahan Kampung Manyaifun. Kampung ini terlihat tertata rapi di Sepanjang pantai dengan di belah oleh jalan kecil yang di buat dari semen yang merupakan jalan utama menuju ke Kantor Distrik.



Setelah semua mandi dengan mengunakan air dari sumber mata air tawar yang hanya beberapa meter jauhnya dari kantor Distrik ini dan yang tidak pernah kering menurut brother Toto, kami menyempatkan berjalan jalan sekitar Pulau dan bertemu dengan anak anak yang sedang bermain dengan Buah dari Pohon Bakau yang menurut mereka jika di tumbuk halus dapat digunakan sebagai foundation atau bedak, tidak ketinggalan bagi teman teman yang menyukai foto hunting mulai mencari object yang menarik untuk di abadikan. 







Gue mau menyempatkan diri juga untuk mendapatkan object yg bagus, Makro picture salah satu kesukaan gue, Anggrek hutan ini tumbuh liar di depan Kantor Distrik tempat kami bermalam.

Kepala Distrik Bapak Azhar adalah seorang yang sederhana, kelihatan low Profile tetapi beliau mempunyai pengetahuan yang banyak terutama mengenai keadaan Geografis Raja Ampat, beliau juga seorang Diver dan mengetahui spot spot yang terbaik untuk Diving, dan Beliau ini memang orang asli kelahiran Raja Ampat , beliau menyelesaikan pendidikannya di Pulau Jawa dan kembali kekampung halamannya untuk mengabdi , malam itu kami berkumpul di  ruang kantor  Bapak Azhar, beliau mengeluarkan Peta Raja Ampat dan menerangkan detail kepada kami satu demi satu tempat tempat yang bagus untuk di kunjungi, banyak sekali jika harus di jalani semuanya bisa memakan waktu lebih dari 1 bulan.

Malam itu juga kami makan bersama dengan ikan hasil tangkapan dari siang tadi selagi kami Snorkeling, sangatlah Fresh dan  mempunyai rasa yg berbeda dengan ikan yang kalau kita beli di pasar, Brother Toto tau menservice tamunya dengan masakan yang dibuatnya, Ikan Bakar, sambal dabu dabu istilah Toto yang fasih berbahasa Manado "makang jo " Toto bilang itu semua pe sedap... memang betul !!!

kesesokan hari kami semua sudah bangun jam 5 pagi dikarenakan perjalanan jauh yang akan kami tempuh dan masih banyak lagi tempat yang akan kami kunjungi. sebelum kami berpisah dengan Bapak Azhari kami menyumbangkan buku bacaan anak anak sekolah yang kami beli dari Jakarat untuk menambah perbendaharaan perpustakaan sekolah di Manyaifun


Terima kasih kepada bapak Azhari yang telah mau meluangkan waktu dan menyediakan tempat bagi kami, mudah mudahan di waktu yang lain kita akan bertemu kembali.



Sunday, January 6, 2013

Raja Ampat Backpacker Alternative



Raja Ampat sangat terkenal dikalangan Diver Club Internasional, Surga bawah laut yang mereka namakan. akan tetapi biaya untuk mencapai tempat ini boleh dikatakan Wah ! cobalah anda perbandingkan dengan Patokan harga dari Travel agent. Mungkin dengan biaya yang boleh dikatakan Best Deal ini kita masih dapat menikmati apa yang dinikmati oleh Bule-bule yang berkocek tebal - mungkin, atau mereka yang mempunyai  Credit Card dengan Very high limit.
Keindahan Raja Ampat pasti sudah lekat di benak Anda. Sayangnya, butuh uang yang tidak  sedikit untuk dapat melihat langsung pesona keindahan kepulauan ini. Tapi, Anda bisa menyiasati beberapa hal agar bisa ke sana dengan bajet yg  minim !
Waktu Raja Ampat baru terkenal, para traveler menghabiskan belasan hingga puluhan juta atau ribuan dollar untuk bisa menikmati alamnya yang elok. Seiring berjalannya waktu, para traveler menjadi lebih “pintar” dalam mencari cara agar keindahan kepulauan di Papua Barat itu bisa dinikmati langsung dengan harga yg terjangkau,  Hal pertama yang harus diingat adalah semakin banyak orang yang ikut, semakin minim pengeluaran dengan sharing Cost . Hal ini karena mayoritas sarana transportasi yang digunakan di Raja Ampat adalah sewaan, mulai dari mobil hingga perahu untuk berkeliling. Jadi, bawalah “awak” sebanyak mungkin.
Untuk mencapai Raja Ampat dari Jakarta, ada tiga alternatif.
 Pertama, menggunakan kapal PELNI (Rp 700.000-800.000/orang, sekali jalan). Paling murah, tapi perjalanannya paling lama. 5 Hari 4 malam hingga tiba di Kota Sorong.
Alternatif kedua adalah membeli tiket promo penerbangan langsung ke Sorong. Maskapai Sriwijaya misalnya, pernah memberi promo Buy 1 Get 1 Free. Ini berlaku untuk dua orang, dengan hanya Rp 1 juta per orang. Tinggal dikali dua untuk ongkos pulang-pergi.
Opsi ketiga adalah melakukan penerbangan (promo tentunya) dari Jakarta ke Ambon, lalu lanjut dengan kapal PELNI dari Ambon-Sorong. Tapi siap-siap saja, karena kapal PELNI ini hanya mampir sekitar 1 minggu sekali.
Snorkling site

Di Sorong, Anda bisa menyewa taksi isi 5 orang (sekitar Rp 50.000-70.000 sekali jalan) menuju Pelabuhan Rakyat. Sebelum naik kapal menuju Waisai (ibukota Raja Ampat), Anda sebaiknya membeli perbekalan terlebih dahulu. Air minum yang banyak, juga makanan instan seperti mie. Harga bahan makanan di Sorong lebih murah dari pada Raja Ampat.
Ada dua kapal dengan rute Sorong-Waisai, keduanya berangkat tiap pukul 14.00 WIT. Pertama adalah kapal fiber (Rp 120.000/orang, 3 jam perjalanan). Lebih murah jika menggunakan kapal kayu (sekitar Rp 70.000/orang, sekitar 5-6 jam tergantung besarnya ombak).
Dari pelabuhan Waisai, Anda bisa menggunakan jasa ojek untuk mencari penginapan di kotanya (sekitar Rp 20.000, 15 menit perjalanan). Tapi sebelum check in, Anda harus mendatangi kantor Depbudpar setempat. Tiap wisatawan yang masuk ke wilayah Raja Ampat dikenakan biaya konservasi sebesar Rp 200.000 (turis domestik) dan Rp 500.000 (turis mancanegara).
Penginapan paling murah di Waisai dipatok Rp 200.000 / kamar / malam. Jika ingin lebih hemat, Anda bisa melakukan “pendekatan” dengan warga lokal dan menginap dengan imbalan makanan atau uang. Ingin lebih hemat lagi? Mungkin dapat bertenda di pesisir pantainya, kenapa tidak ,kalau memang di ijinkan dan dapat menjaga kebersihan, carilah info untuk ini.
Pantai Pulau Gam




Tiang-tiang  Homestay

Jika ingin mengeksplorasi Raja Ampat keesokan harinya, bangunlah pukul 04.00 WIT. Bertolaklah ke Pasar Waisai, dan lihatlah jajaran perahu (orang lokal menyebutnya “long boat”) yang bisa disewa lewat tawar-menawar dengan nelayan. Harganya sekitar Rp 2 juta (termasuk kapal dan nelayan itu sendiri sebagai pengemudi), namun belum termasuk BBM. Harga BBM itu sendiri Rp 10.000/liter.
Wayag adalah tujuan favorit para traveler. Inilah ikon Raja Ampat yang biasa Anda lihat di layar kaca, berupa lautan biru tua yang dihiasi gunung-gunung kecil berwarna hijau. Sebelum melakukan perjalanan ke tempat ini, sebaiknya bawalah banyak makanan dan minuman. Karena sepanjang jalan, bahan makanan hanya bisa ditemukan di dive resorts yang tentunya dibandrol lebih mahal.
Most Popular Hiking site Wayag
Untuk mencapai Wayag diperlukan sekitar 400 liter bensin. Dengan kata lain, total pengeluaran long boat dengan rute Waisai-Wayag-Waisai adalah Rp 7 juta. Tapi tenang saja, 1 long boat bisa diisi hingga 14 orang. Alias, Anda hanya mengeluarkan Rp 500.000 untuk perjalanan lebih dari 12 jam.
Jarak tempuh yang jauh ini bukannya tanpa arti. Di sepanjang jalan, Anda bisa singgah ke beberapa titik snorkeling seperti Five Rocks dan Teluk Kabui. Jika ingin melakukan diving sebaiknya Anda menggunakan agen penyelaman di Waisai, salah satunya Waiwo Dive Resort. Sekali penyelaman minimal Rp 400.000/orang.
Tumbuhan  laut di bawah  Homestay









Tiba di Wayag, Anda harus melapor terlebih dahulu ke kantor konservasi laut setempat. Nelayan sudah mengetahui betul hal ini, sehingga Anda hanya perlu mengingatkannya saja. Nelayan juga mengetahui titik-titik favorit para traveler ketika berkunjung ke Wayag yang indahnya memesona ini.
Jika Anda berangkat 4 orang selama 3 hari 2 malam, seluruh hal di atas akan menghabiskan sekitar Rp 4,7 juta saja. Apalagi jika anggota rombongan lebih dari 5 atau mungkin 10 jika Anda mengajak keluarga dan teman terdekat. Nah, tunggu apa lagi? 

Raja Ampat di depan mata. Bagi kamu yang ngak bisa Diving tidak usah kawatir masih banyak kegiatan yang bisa di jalanin di sini seperti, Snorkling, jalan-jalan pantai, Kayaking, Obserfasi Hutan, Treking, berkunjung ke kampung-kampung sekitar. Usahakan pergi per grup agar biayanya dapat lebih terjangkau.





Beberapa type Homestay yang ada di Pulau Kri

Mau Info yang lebih detil lagi visit  saja di sini : http://www.stayrajaampat.com/