Showing posts with label Raja Ampat. Show all posts
Showing posts with label Raja Ampat. Show all posts

Monday, October 14, 2013

Pertemuan dengan Anak Raja Ampat


Pagi itu setelah crew dari boat kami melepaskan tali pengikat boat dari dermaga tempat boat kami ditambatkan semalaman, Boat langsung melaju pesat meninggalkan Pulau Manyaifun, pandangan mataku tak lepas untuk tetap mamandang ke pulau Manyaifun hingga kejauhan dan hilang perlahan dari pandangan mata....suka dan duka tertinggal di Manyaifun.

Pulau berikut terlihat kecil di kejauhan setelah boat kami menempuh perjalanan sekitar 30 menit perjalanan laut, aku dan teman teman mulai melihat di kiri dan kanan beberapa pulau pulau kecil lainnya yg indah dan tak berpenghuni...kelihatan indah, dan kami pun masing masing mulai membidikkan kamera kami ke pulau pulau tersebut.

tak terasa boat kami sudah mendekati Kampung Wawiyai Jaya yang masih masuk dalam wilayah Manyaifun... bakti sosial adalah tujuan kami yang utama dalam program ini, membantu anak anak yang kekurangan dengan cara membawa buku bacaan, buku tulis dan alat alat tulis dan mencari cara untuk membuat anak anak ini senang. 

setibanya kami di Kampung Wawiyai Jaya, kami langsung diantar oleh brother Wijaya untuk bertemu dengan kepala Suku kampung ini dan bertemu dengan Kepala sekolah Kampung Wawiyai ini, setelah berbincang bincang sejenak dan kami diijinkan oleh kepala Suku Kampung Wawiyai Jaya untuk melihat lihat keadaan sekolah dasar satu satunya kampung ini,menurut info yang saya dapat suku yang ber ada di desa Wawiyai Jaya ini adalah suku yang tertua di Raja Ampat.



















Setelah berkeliling desa dan berkenalan dengan salah satu guru yang yang bertugas pada saat itu, dan kami pun diijinkan untuk melihat kelas kelas yang hanya terisi tidak sampai setengah murid murid yang ada. Anak anak ini semuanya kelihatan senang sekali ketika melihat kami kami sebagai tamu mereka, dan kami punmenyempatkan diri untuk memperkenalan teknologi yang mungkin tidak pernah terbayangkan di benak mereka bagaimana cara bekerja Camera Phone....self potret...mereka dengan senangnya melihat diri mereka tampil dilayar hand phone, banyak cerita yang lucu kalau kami melihat anak anak ini bertemu saat itu dengan kami. pada saat hendak meninggalkan kampung ini Kepala suku sempat memberikan kami minuman sebagai tanda terima kasih atas kunjungan kami di Desanya, Brother Wijaya sebagai pemandu kami telah memberikan tanda bahwa kami semua sudah harus kembali ke Boat untuk meneruskan perjalanan untuk kunjungan kami kepulau berikutnya, dan kami pun satu persatu berjalan menuju ke dermaga untuk kembali ke Boat, masing masing dari kami hanya terdiam dan melihat penduduk desa Wawiyai Jaya berdiri di depan dermaga, mereka semua orang orang baik yang mecoba memberikan yang terbaik untuk penerus dari Suku mereka.



selepas peninggal kami dari kampung ini masih terlihat dikejauhan orang orang dari kampung ini masih berdiri di atas dermaga sambil melambaikan tangan mereka sebagai tanda terima kasih atas kunjungan kami ketempat mereka, mungkin mereka berpikir kapan lagi kita akan bertemu kembali.
View dari depan Sekolah Dasar desaWawiyai Jaya










Monday, September 16, 2013

Manyaifun Raja Ampat





Bermain  Buah dari Pohon Bakau

Perjalanan gue Hari ini di mulai dari Pantai Waisai menuju ke beberapa tempat Snorkeling dan diteruskan ke Pualau Manyaifun, yang mana grup kami ini akan makan siang dan bermalam di pulau ini. Sebenarnya bukan makan siang lagi tetapi makan sore dikarenakan kami hari ini banyak membuang waktu pada saat Snorkeling.

tiba di Pantai Pulau Manyaifun terlihat beberapa rumah penduduk yang didirikan persis di tepi pantai, kelihatan natural dan indah dan pantai kelihatan masih sepi, setelah menambatkan Boat yang kami pakai, kami berkumpul ditepi pantai untuk makan nasi bungkus dengan Lauk Ikan Goreng, Kangkung Tumis, Sambal Goreng , sepertinya makananan ini adalah yang paling enak rasanya walau cuma 2 menu dikaeenakan sambil menikmati keindahan Pantai Manyaifun

 Selesai makan siang kami semua mengambil barang bawaan dan berjalan menuju Kantor Distrik Manyaifun. disinilah kami akan bermalam, kantor Distrik ini memiliki beberapa ruangan Tidur yang lengkap dengan Kasur, Bantal dan selimut. betapa antusiasnya bapak Azhar sebagai Kepala Distrik menyediakan semua ini bagi tamu tamu yang datang dari tempat lain untuk melihat  keindahan Kampung Manyaifun. Kampung ini terlihat tertata rapi di Sepanjang pantai dengan di belah oleh jalan kecil yang di buat dari semen yang merupakan jalan utama menuju ke Kantor Distrik.



Setelah semua mandi dengan mengunakan air dari sumber mata air tawar yang hanya beberapa meter jauhnya dari kantor Distrik ini dan yang tidak pernah kering menurut brother Toto, kami menyempatkan berjalan jalan sekitar Pulau dan bertemu dengan anak anak yang sedang bermain dengan Buah dari Pohon Bakau yang menurut mereka jika di tumbuk halus dapat digunakan sebagai foundation atau bedak, tidak ketinggalan bagi teman teman yang menyukai foto hunting mulai mencari object yang menarik untuk di abadikan. 







Gue mau menyempatkan diri juga untuk mendapatkan object yg bagus, Makro picture salah satu kesukaan gue, Anggrek hutan ini tumbuh liar di depan Kantor Distrik tempat kami bermalam.

Kepala Distrik Bapak Azhar adalah seorang yang sederhana, kelihatan low Profile tetapi beliau mempunyai pengetahuan yang banyak terutama mengenai keadaan Geografis Raja Ampat, beliau juga seorang Diver dan mengetahui spot spot yang terbaik untuk Diving, dan Beliau ini memang orang asli kelahiran Raja Ampat , beliau menyelesaikan pendidikannya di Pulau Jawa dan kembali kekampung halamannya untuk mengabdi , malam itu kami berkumpul di  ruang kantor  Bapak Azhar, beliau mengeluarkan Peta Raja Ampat dan menerangkan detail kepada kami satu demi satu tempat tempat yang bagus untuk di kunjungi, banyak sekali jika harus di jalani semuanya bisa memakan waktu lebih dari 1 bulan.

Malam itu juga kami makan bersama dengan ikan hasil tangkapan dari siang tadi selagi kami Snorkeling, sangatlah Fresh dan  mempunyai rasa yg berbeda dengan ikan yang kalau kita beli di pasar, Brother Toto tau menservice tamunya dengan masakan yang dibuatnya, Ikan Bakar, sambal dabu dabu istilah Toto yang fasih berbahasa Manado "makang jo " Toto bilang itu semua pe sedap... memang betul !!!

kesesokan hari kami semua sudah bangun jam 5 pagi dikarenakan perjalanan jauh yang akan kami tempuh dan masih banyak lagi tempat yang akan kami kunjungi. sebelum kami berpisah dengan Bapak Azhari kami menyumbangkan buku bacaan anak anak sekolah yang kami beli dari Jakarat untuk menambah perbendaharaan perpustakaan sekolah di Manyaifun


Terima kasih kepada bapak Azhari yang telah mau meluangkan waktu dan menyediakan tempat bagi kami, mudah mudahan di waktu yang lain kita akan bertemu kembali.



Saturday, September 14, 2013

Never Ending Smile At Raja Ampat

Pantai WTC

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan yang gue mulai dari Jakarta diteruskan ke Makasar dan berakhir di Sorong Papua Barat.
Sebenarnya rencana perjalanan ini sudah gue persiapkan lama sekali bahkan bisa dikatakan bulanan, persiapannya dimulai dari mencari teman untuk jalan bareng, dikarenakan perongkosan untuk pergi ke Raja Ampat itu dapat di golongkan perjalanan yang Mahal.
Setelah mempromosikan perjalanan ini di Web Backpacker Indonesia, lumayan satu demi satu partisipan minat mau ikutan, yang akhirnya kita semua berjumlah 14 orang dan semuanya datang dari berbagai kalangan social dan daerah yang berbeda. Medan , Jakarta, Bogor, Jambi bahkan Cilacap kalau ngk salah sih. mungkin bagi pembaca bisa membuka Link disini bagaimana asalnya perjalanan grup kami di mulai



Perjalan kami berawal dengan menggunakan Boat yang kebetulan ada satu orang temen gue yang masuk di grup ini dan dia ini memang dari pertama sudah bilang ke gue bahwa dia punya koneksi yang bisa pinjemin Boat ini dan kita cuma kumpulin uang untuk bayar Bensin dan Crew dari boat ini. dan temen gue ini memang nekat orangnya , dari hari pertama gue bilang ke dia...ehh...kalau ngk ada yg mau ikutan trip kita gimana nih, dia bilang gimana yah, akhirnya gue bilang berdua atau beramai ramai kita tetap jalan.


Hari Pertama kami tiba di Sorong kami langsung di Jemput di pelabuhan sorong oleh Boat yang akan pakai selama perjalanan kami Nantinya di Raja Ampat, kami tiba sudah hampir sore di karenakan delay dari Merpati yang membawa kami dari Makasar ke Sorong. yah untunglah kalau tidak yang pastinya kami akan kehilangan satu hari dan harus menginap di Sorong dikarenakan sudah tidak ada lagi Ferry yang akan membawa kami menyebrang dari Sorong ke Waisai. Ferry ini biasanya berangkat dari Sorong menuju Waisai setiap hari berangkat jam 2 Siang dan biasanya kalau sudah penuh Ferry ini tidak menunggu sampai jam yang di tentukan, kami tiba di Sorong sektar 1 jam setengah terlambat. beruntunglah kami yang mempunyai Brother Wijaya teman dari Mbak Cathe yg sudah mempersiapkan Boat ini dan dengan partnernya brother Toto yang belakangan menjadi sahabat karip Kami dan Toto ini adalah pemask yang handal dan terkenal dengan Menu Ikan kuning ala Papua, memang tidak di pungkiri lagi Toto is The Best.

setealah meninggalkan pelabuhan  Sorong Boat Kami Full Speed menuju ke Waisai, jarak jang ditempuh sekitar 1 jam tetapi kalau dengan Ferry bisa memakan waktu sekitar 3 jam. Kesempatan yang tidak disiasiakan saat kami mendekati Pulau Waigeo yang beribukota Waisai kami sempat di bawa oleh Crew Brother Wijaya ke satu pulau kecil yg gue sendiri sudah tidak ingat lagi namanya yang mana kami dapat berenang dan sebagian dari anggota kami yang Muslim dapat berkesempatan bersembahyang Magrip di Dermaga tempat kami beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan yg melelahkan sambil menikmati ke indahan Pulau dan Matahari terbenam. dan gue sendiri bersama beberapa teman sudah tidak bisa menahan lagi keinginan untuk lompat ke air yang sangat jernih dan bersih .

Melihat Sunset di Tempat ini memang sangat Indah dan kalau masih ada kesempatan lagi ingin gue kembali ketempat ini dan menikmatinya.
setelah puas berenang dan saling berfoto ria di waktu sudah mulai gelap kami melanjutkan perjalanan kami ke Waisai dimana tempat kami akan beristirahat dan melanjutkan perjalanan kami esok hari.

Hari berikutnya pagi pagi sekali gue sama teman teman sudah bagun dan langsung menuju pantai WTC untuk Sunrise Foto Hunting, tetapi sangat disayangkan awan tebal nenutupi sang surya yang hendak menampakkan mukanya, bulan Agustus merupakan bulan yang dikategorikan oleh orang orang papua sebagai bulan musim Barat. tetapi waktu gue disana tidaklah terlalu jelek sekali cuaca disana, cuman berawan saja dan kadang hujan sebentar dan setelah itu terang kembali




Pagi itu kami bersiap lagi untuk menueruskan perjalanan kami Island Hoping dan Snorkeling, dalam perjalanan kami menuju ke tempat Snorkeling kami melalui Teluk Kabui yang mana terdapat banyak sekali Batu Karst yang mernjulang di tengah tengah laut, batu Pensil salah satu Batu Karst yang menjulang di tengah lautan,

Jika kita melihat semuanya ini benar benar menakjubkan Batu Batu Karst menjulang diataspermukaan air. dalam perjalanan kami, Di Teluk Kabui ini kami menemui Diver yang sedang menikmati dunia bawah air, di karenakan di bawah Batu Karst ini lah tempat ikan ikan dan tumbuhan karang yang berwarna warni tumbuh dengan suburnya.
bagi kami yang belum pernah melihat keindahan dari Teluk Kabui ini membuat mata kami tidak mau berkedip untuk melewati pemandangan yang sangat menakjubkan ini, bagai melihat lukisan saja tetapi ini benar benar di depan mata kami.





>>>>>Coming up Next Kids World.....bersosial dengan anak anak Pulau<<<<<<


Wednesday, July 10, 2013

Raja Ampat Backpacker Style yang Terjangkau

Trip yang akan diadakan ini tidak termasuk ongkos Pesawat dari tempat masing masing, dan menurut Survey yang telah di pelajari melalui internet, dengan cara demikianlah anda dapat menikmati Surga di Raja Ampat dengan biaya yang terjangkau.
Perhitungan ini dibagi dengan 14 orang yang akan bepergian bersama sama, dan memang kebanyakan Backpacker selalu bepergian berkelompok.


Hari 1 : Tgl 21 Tiba di bandara DEO Sorong
Angkutan bandara - pelabuhan rakyat Sorong Rp.300.000
Makan siang
14 x Rp.30.000. = RP.420.000
Tiket kapal feri
14 x Rp.140.000.=Rp.1.960.000
Angkutan pelabuhan Waisai - rumah sewa Rp.300.000
Makan malam
14x Rp.30.000. =Rp.420.000
----------------------------
Total: Rp.3.400.000
mutus
Pantai Mutus
Teluk Kabui
Hari 2 : Tgl 22 Waisai, Teluk Kabui, Mutus, Wayag, Manyaifun
Sarapan (kue, roti + kopi, teh)
14x Rp.20.000.= Rp.280.000
Bekal makan siang
14x Rp.30.000.= Rp420.000
Makan malam di Manyaifun
14x Rp.20.000.= Rp.280.000
---------------------------
Total: Rp.980.000
Mayaifuin Village
Perkampungan Mayaifuin
Arborek
Dermaga Arborek
Hari 3 : Tgl 23 Manyaifun, Mios Manggara, Arborek,
Sawingray, Waisai. (Semua akan disinggahi
Jika waktu mencukupi).
Sarapan
14x Rp.20.000.= Rp.280.000
Bekal makan siang
14x Rp.20.000.= Rp.280.000
Makan malam di Waisai
14x Rp.30.000.= Rp.420.000
---------------------------
Total: Rp.980.000
Friwen
Friwen Island
Miosku
Mioskun
Waisai
Waisai
Hari 4 : Tgl 24 Waisai, Mioskun, Mansuar, Friwen, Kri kecil, Waisai
(Semua akan disinggahi jika waktu mencukupi)
Sarapan (kue, roti + kopi, teh)
14 x Rp.20.000.= Rp.280.000
Bekal makan siang
14 x Rp.30.000.= Rp.420.000
Makan malam di Waisai
14 x Rp.30.000.= Rp.420.000
----------------------------
Total: Rp.1.120.000
Mayalibit
Pemandangan Teluk Mayabilit
Hari 5 : Tgl 25 Waisai, Teluk Mayalibit, Waisai
Sarapan (kue, roti + kopi, teh)
14 x Rp.20.000.=Rp.280.000
Bekal makan siang
14 x Rp.30.000.= Rp.420.000.
Sekitar jam 11.00 WIT sudah harus balik ke
Waisai untuk bersiap-siap ke pelabuhan.
Angkutan rumah sewa - pelabuhan Waisai Rp.300.000
Tiket kapal feri
14 x Rp140.000.= Rp.1.960.000
Angkutan pelabuhan rakyat Sorong - hotel Rp.300.000
Hotel check in (intercity)
7 Rooms /2 Beds x Rp.300.000.= Rp.2.100.000
Makan malam
14 x Rp.40.000.= Rp.560.000
---------------------------
Total : Rp.5.920.000
Hari 6 : Tgl 26 Group Terbang ke Makasar melanjutkan trip sederhana sekitar
daerah Makasar.
Sarapan Hotel service
Check out
Angkutan hotel - bandara DEO Sorong
(24jam dr tgl 25-26) Rp.750.000
---------------------------
---------------------------------------------------------------------------
Sub Total. : 13.150.000
- P I N Masuk Kawasan Raja Ampat 14 x Rp.250.000 = Rp.3.500.000
- BBM + Motores + Crew + Bekal Air Mineral + Snack =36.400.000
- Sewa rumah Di Waisai 4 Hari x Rp.750.000 = Rp.3.000.000
----------------------------
Total: Rp.42.900.000
Total General dari Trip ini .... Rp.56.050.000 : 14 = 4.003.600/org
Rumah
Rumah di Waisai yg akan menjadi Base Grup
Untuk biaya makan, dan sewa angkutan umum itu baru perkiraan biayanya, bisa lebih murah atau bisa lebih mahal, nanti kita akan liat disana, harga tsb adalah perkiraan menurut standart harga makanan dan harga sewa mobil di sorong dan waisai
Untuk sewa mobil dari tgl 25 ( kalau mau malamnya jalan2 ) bisa sewa 1 mobil 750.000 itu 24jam
jadi besok waktu mau ke bandara tdk usah cari angkot lagi, ttp karena 750.000 itu hrga sewa 1 mobil jadi kita diantar bolak balik ke tempat tujuan, (jadi bergantian)
atau kalo tidak mau sewa mobil 24jam bisa sewa yg per jam (mnrt informasi dr tmn rp. 100.000/jam)
atau alternatif laen jalan kaki saja seputar hotel, atau naek angkot
Untuk hotel di sorong pilihan bisa hotel intercity yg per malam 300.000 (2org) atau grand pacific 600.000 (2org) bisa pilih sesuai budget..karena itu hari terakhir kalo uangnya masih banyak bisa pilih yg grand pacific hehe...yg jelas hrga hotel di sorong sgt mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan
Sewa rumah di waisai juga bisa diganti dgn homestay lain, atau jika mau bermalam di salah satu pulau, silahkan disesuaikan dgn budgetnya.

Sunday, January 6, 2013

Raja Ampat Backpacker Alternative



Raja Ampat sangat terkenal dikalangan Diver Club Internasional, Surga bawah laut yang mereka namakan. akan tetapi biaya untuk mencapai tempat ini boleh dikatakan Wah ! cobalah anda perbandingkan dengan Patokan harga dari Travel agent. Mungkin dengan biaya yang boleh dikatakan Best Deal ini kita masih dapat menikmati apa yang dinikmati oleh Bule-bule yang berkocek tebal - mungkin, atau mereka yang mempunyai  Credit Card dengan Very high limit.
Keindahan Raja Ampat pasti sudah lekat di benak Anda. Sayangnya, butuh uang yang tidak  sedikit untuk dapat melihat langsung pesona keindahan kepulauan ini. Tapi, Anda bisa menyiasati beberapa hal agar bisa ke sana dengan bajet yg  minim !
Waktu Raja Ampat baru terkenal, para traveler menghabiskan belasan hingga puluhan juta atau ribuan dollar untuk bisa menikmati alamnya yang elok. Seiring berjalannya waktu, para traveler menjadi lebih “pintar” dalam mencari cara agar keindahan kepulauan di Papua Barat itu bisa dinikmati langsung dengan harga yg terjangkau,  Hal pertama yang harus diingat adalah semakin banyak orang yang ikut, semakin minim pengeluaran dengan sharing Cost . Hal ini karena mayoritas sarana transportasi yang digunakan di Raja Ampat adalah sewaan, mulai dari mobil hingga perahu untuk berkeliling. Jadi, bawalah “awak” sebanyak mungkin.
Untuk mencapai Raja Ampat dari Jakarta, ada tiga alternatif.
 Pertama, menggunakan kapal PELNI (Rp 700.000-800.000/orang, sekali jalan). Paling murah, tapi perjalanannya paling lama. 5 Hari 4 malam hingga tiba di Kota Sorong.
Alternatif kedua adalah membeli tiket promo penerbangan langsung ke Sorong. Maskapai Sriwijaya misalnya, pernah memberi promo Buy 1 Get 1 Free. Ini berlaku untuk dua orang, dengan hanya Rp 1 juta per orang. Tinggal dikali dua untuk ongkos pulang-pergi.
Opsi ketiga adalah melakukan penerbangan (promo tentunya) dari Jakarta ke Ambon, lalu lanjut dengan kapal PELNI dari Ambon-Sorong. Tapi siap-siap saja, karena kapal PELNI ini hanya mampir sekitar 1 minggu sekali.
Snorkling site

Di Sorong, Anda bisa menyewa taksi isi 5 orang (sekitar Rp 50.000-70.000 sekali jalan) menuju Pelabuhan Rakyat. Sebelum naik kapal menuju Waisai (ibukota Raja Ampat), Anda sebaiknya membeli perbekalan terlebih dahulu. Air minum yang banyak, juga makanan instan seperti mie. Harga bahan makanan di Sorong lebih murah dari pada Raja Ampat.
Ada dua kapal dengan rute Sorong-Waisai, keduanya berangkat tiap pukul 14.00 WIT. Pertama adalah kapal fiber (Rp 120.000/orang, 3 jam perjalanan). Lebih murah jika menggunakan kapal kayu (sekitar Rp 70.000/orang, sekitar 5-6 jam tergantung besarnya ombak).
Dari pelabuhan Waisai, Anda bisa menggunakan jasa ojek untuk mencari penginapan di kotanya (sekitar Rp 20.000, 15 menit perjalanan). Tapi sebelum check in, Anda harus mendatangi kantor Depbudpar setempat. Tiap wisatawan yang masuk ke wilayah Raja Ampat dikenakan biaya konservasi sebesar Rp 200.000 (turis domestik) dan Rp 500.000 (turis mancanegara).
Penginapan paling murah di Waisai dipatok Rp 200.000 / kamar / malam. Jika ingin lebih hemat, Anda bisa melakukan “pendekatan” dengan warga lokal dan menginap dengan imbalan makanan atau uang. Ingin lebih hemat lagi? Mungkin dapat bertenda di pesisir pantainya, kenapa tidak ,kalau memang di ijinkan dan dapat menjaga kebersihan, carilah info untuk ini.
Pantai Pulau Gam




Tiang-tiang  Homestay

Jika ingin mengeksplorasi Raja Ampat keesokan harinya, bangunlah pukul 04.00 WIT. Bertolaklah ke Pasar Waisai, dan lihatlah jajaran perahu (orang lokal menyebutnya “long boat”) yang bisa disewa lewat tawar-menawar dengan nelayan. Harganya sekitar Rp 2 juta (termasuk kapal dan nelayan itu sendiri sebagai pengemudi), namun belum termasuk BBM. Harga BBM itu sendiri Rp 10.000/liter.
Wayag adalah tujuan favorit para traveler. Inilah ikon Raja Ampat yang biasa Anda lihat di layar kaca, berupa lautan biru tua yang dihiasi gunung-gunung kecil berwarna hijau. Sebelum melakukan perjalanan ke tempat ini, sebaiknya bawalah banyak makanan dan minuman. Karena sepanjang jalan, bahan makanan hanya bisa ditemukan di dive resorts yang tentunya dibandrol lebih mahal.
Most Popular Hiking site Wayag
Untuk mencapai Wayag diperlukan sekitar 400 liter bensin. Dengan kata lain, total pengeluaran long boat dengan rute Waisai-Wayag-Waisai adalah Rp 7 juta. Tapi tenang saja, 1 long boat bisa diisi hingga 14 orang. Alias, Anda hanya mengeluarkan Rp 500.000 untuk perjalanan lebih dari 12 jam.
Jarak tempuh yang jauh ini bukannya tanpa arti. Di sepanjang jalan, Anda bisa singgah ke beberapa titik snorkeling seperti Five Rocks dan Teluk Kabui. Jika ingin melakukan diving sebaiknya Anda menggunakan agen penyelaman di Waisai, salah satunya Waiwo Dive Resort. Sekali penyelaman minimal Rp 400.000/orang.
Tumbuhan  laut di bawah  Homestay









Tiba di Wayag, Anda harus melapor terlebih dahulu ke kantor konservasi laut setempat. Nelayan sudah mengetahui betul hal ini, sehingga Anda hanya perlu mengingatkannya saja. Nelayan juga mengetahui titik-titik favorit para traveler ketika berkunjung ke Wayag yang indahnya memesona ini.
Jika Anda berangkat 4 orang selama 3 hari 2 malam, seluruh hal di atas akan menghabiskan sekitar Rp 4,7 juta saja. Apalagi jika anggota rombongan lebih dari 5 atau mungkin 10 jika Anda mengajak keluarga dan teman terdekat. Nah, tunggu apa lagi? 

Raja Ampat di depan mata. Bagi kamu yang ngak bisa Diving tidak usah kawatir masih banyak kegiatan yang bisa di jalanin di sini seperti, Snorkling, jalan-jalan pantai, Kayaking, Obserfasi Hutan, Treking, berkunjung ke kampung-kampung sekitar. Usahakan pergi per grup agar biayanya dapat lebih terjangkau.





Beberapa type Homestay yang ada di Pulau Kri

Mau Info yang lebih detil lagi visit  saja di sini : http://www.stayrajaampat.com/