Showing posts with label Backpacker. Show all posts
Showing posts with label Backpacker. Show all posts

Tuesday, October 21, 2014

Backpacking Taka Bonerate - Part 1

TINABO Island Taka Bonerate

Selasa minggu kedua dibulan September 2014 pagi, sayapun diantar dengan shuttle bus menuju terminal extension yg cukup lumayan jauh dari main  terminal LAX Los Angeles, masih dalam tahap renovasi jadi sebagian traveler harus di naik kepesawat yg diparkir jauh dari terminal.

45 menit didalam American Airlines cukup lumayan lama menunggu transit penumpang yg belum memasuki pesawat yg akan mengantarkan saya ke Narita Jepang dan dilanjutkan ke Jakarta, Indonesia.

Trip ini blm lama direncanakan karena saya sendiri baru saja kembali dari trip ke Caribean, 3 minggu sebelumnya.
Cathie mengirim pesan pribadi melalui Whatssup menanyakan kalau saya mau ikutan ke Taka Bonerate bersama sama teman lain sekitar 14 orang. dengan tidak berpikir panjang panjang langsung saja saya iyakan mau ikutan dngn grup ini. memang Taka Bonerate adalah salah satu yg masuk dalam saya punya Bucket List Trip. Check mark saya bikin tanda saya pasti berangkat.

Home at Cipanas

Narita Jepang lewat begitu saja setelah Transit dan berganti pesawat, dan saya pun masih harus duduk didalam pesawat JAL ini untuk selama 8 jam lagi, waktu Jepang hari Rabu sore. Setelah menempuh kurang lebih total 22 jam terbang dari Los Angeles USA, saya pun tiba di Jakarta. hari itu hari Kamis subuh jam menunjukan 1;30 pagi. keluar airport Soetta langsung cari Taxi dan tawar menawar, harga sepakat 800 ribu rupiah dari tawaran 1,2 juta harga yg dibuka oleh sopir Taxi Executive ini. tidak lama mobil sudah meluncur dengan cepat memasuki jalan tol, tidak beberapa lama sayapun sudah sampai di Ciawai keluar jalan tol Jagorawi dan menuju Cipanas. pukul 4 pagi saya sudah dirumah. bertemu dengan orang tua, memang mempunyai rasa yg tersendiri. Matahari mulai menunjukkan sinarnya setelah lama saya berbincang  bincang dengan Ortuku. mandi dan dilanjutkan dengan sarapan sayapun beristirahat sebentar. 

  Siang itu setelah semua perlengkapan masuk dalam backpack yg kubawa aku pamit sama Ortuku untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Airport Soetta. pendek cerita setelah mampir sana sini di Jakarta dan sayapun tiba malamnya di Aiport Soetta. Sriwijaya Air yg akan membawa kami rombongan ke Ujung Pandang baru akan take off after mid night. malam itu saya dan beberapa teman yg berangkat barengan bertemu di Airport, pada saat itu yg saya kenal hanyalah Maya yg pernah jalan bareng tahun lalu ke Raja Ampat, saat bertemu Maya dikenalkanlah sebagian dari teman teman yg datang bersama Maya, ada Reza, ada Jaka, ada Wiwin, ada Henny. sebenarnya saat itu kami akan bertemu dengan Mican salah satu yg belum saya kenal juga , ternyata yg saya dengar Mican akan naik Garuda dan akan bertemu dengan kami di Makasar.


Subuh itu kami Take Off dari Bandara Soetta, tidak ada yg dapat kami lihat dari pesawat diluar jendela gelap gulita jadi sayapun memutuskan untuk tidur selama penerbangan, tiba di Ujung Pandang jam 3 pagi waktu setempat. setelah beres dengan bagasi kamipun menunggu Mican yg akan tiba satu jam setelah kami dengan penerbangan Garudanya...Hebat !


setelah Mican tiba ternyata dia sendiripun blm mengenal kami semua, dia hanya mengenal Maya dan itupun hanya melihat Photonya di Grup Online, di kejauhan saat Mican mengklaim bagasinya saya sudah melihatnya itu pasti dia, dan teman teman semua berpura pura tidak ada yg kenal siapa dia. Mican mendatangai kami semua dan berkata hallo...hallo dan kamipun hanya melihat dia dan tidak berkata apa apa, dan Micanpun mulai terlihat aneh, dari sini kami mengakhiri permainan kami dengan menyapanya, salam kenal dan Micanpun tersenyum. 

Pagi itu Reza mengontak temannya yg tinggal diMakasar teman dari grup Backpacker Indonesai, tidak lama kami menunggu dia tiba dengan mini Pick Up dan kami semua naik dibelakang, selama perjalanan kerumahnya terdengar Sembahyang subuh dimana mana menandakan saatnya untuk bersembahyang subuh. Setibanya kami di rumah temannya Reza kami dipersilahkan oleh dia untuk beristirahat dan yg mau mandi silahkan dan yg mau makan nanti agak siangan sedikit masih terlalu pagi, dan rupa rupanya teman kita ini sudah berencana hendak menyediakan makanan special buat kami semua, Kepiting goreng dengan bumbu serta nasi Kuning dan Telur pedas.


Setelah mandi dan sarapan pagi itu kami pun harus kembali ke Airport Makasar, untuk bertemu dengan teman teman yg lain dan meneruskan perjalanan menuju Pulau Selayar dengan Menggunakan Aviastar Airlines. setibanya kami di Airport bertemulah kami dengan beberapa teman yang lainnya Cathe, Miur dan Tita, setelah mengurus kelanjutan perjalanan kami dengan Aviastar dan yg ternyata hari itu tidak ada penerbangan menuju Pulau Selayar dan kami semuapun bingung. setelah berdebat dan menuntut Aviastar dan kami pun diberikan jalan keluar oleh pihak Aviastar dengan menyediakan Mobil yang akan membawa kami ke pelabuhan laut Makasar dan dilanjutkan dengan naik Ferry menuju pulau Selayar. perjalanan yang panjang menuju Selayar.







Monday, October 14, 2013

Pertemuan dengan Anak Raja Ampat


Pagi itu setelah crew dari boat kami melepaskan tali pengikat boat dari dermaga tempat boat kami ditambatkan semalaman, Boat langsung melaju pesat meninggalkan Pulau Manyaifun, pandangan mataku tak lepas untuk tetap mamandang ke pulau Manyaifun hingga kejauhan dan hilang perlahan dari pandangan mata....suka dan duka tertinggal di Manyaifun.

Pulau berikut terlihat kecil di kejauhan setelah boat kami menempuh perjalanan sekitar 30 menit perjalanan laut, aku dan teman teman mulai melihat di kiri dan kanan beberapa pulau pulau kecil lainnya yg indah dan tak berpenghuni...kelihatan indah, dan kami pun masing masing mulai membidikkan kamera kami ke pulau pulau tersebut.

tak terasa boat kami sudah mendekati Kampung Wawiyai Jaya yang masih masuk dalam wilayah Manyaifun... bakti sosial adalah tujuan kami yang utama dalam program ini, membantu anak anak yang kekurangan dengan cara membawa buku bacaan, buku tulis dan alat alat tulis dan mencari cara untuk membuat anak anak ini senang. 

setibanya kami di Kampung Wawiyai Jaya, kami langsung diantar oleh brother Wijaya untuk bertemu dengan kepala Suku kampung ini dan bertemu dengan Kepala sekolah Kampung Wawiyai ini, setelah berbincang bincang sejenak dan kami diijinkan oleh kepala Suku Kampung Wawiyai Jaya untuk melihat lihat keadaan sekolah dasar satu satunya kampung ini,menurut info yang saya dapat suku yang ber ada di desa Wawiyai Jaya ini adalah suku yang tertua di Raja Ampat.



















Setelah berkeliling desa dan berkenalan dengan salah satu guru yang yang bertugas pada saat itu, dan kami pun diijinkan untuk melihat kelas kelas yang hanya terisi tidak sampai setengah murid murid yang ada. Anak anak ini semuanya kelihatan senang sekali ketika melihat kami kami sebagai tamu mereka, dan kami punmenyempatkan diri untuk memperkenalan teknologi yang mungkin tidak pernah terbayangkan di benak mereka bagaimana cara bekerja Camera Phone....self potret...mereka dengan senangnya melihat diri mereka tampil dilayar hand phone, banyak cerita yang lucu kalau kami melihat anak anak ini bertemu saat itu dengan kami. pada saat hendak meninggalkan kampung ini Kepala suku sempat memberikan kami minuman sebagai tanda terima kasih atas kunjungan kami di Desanya, Brother Wijaya sebagai pemandu kami telah memberikan tanda bahwa kami semua sudah harus kembali ke Boat untuk meneruskan perjalanan untuk kunjungan kami kepulau berikutnya, dan kami pun satu persatu berjalan menuju ke dermaga untuk kembali ke Boat, masing masing dari kami hanya terdiam dan melihat penduduk desa Wawiyai Jaya berdiri di depan dermaga, mereka semua orang orang baik yang mecoba memberikan yang terbaik untuk penerus dari Suku mereka.



selepas peninggal kami dari kampung ini masih terlihat dikejauhan orang orang dari kampung ini masih berdiri di atas dermaga sambil melambaikan tangan mereka sebagai tanda terima kasih atas kunjungan kami ketempat mereka, mungkin mereka berpikir kapan lagi kita akan bertemu kembali.
View dari depan Sekolah Dasar desaWawiyai Jaya










Saturday, September 14, 2013

Never Ending Smile At Raja Ampat

Pantai WTC

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan yang gue mulai dari Jakarta diteruskan ke Makasar dan berakhir di Sorong Papua Barat.
Sebenarnya rencana perjalanan ini sudah gue persiapkan lama sekali bahkan bisa dikatakan bulanan, persiapannya dimulai dari mencari teman untuk jalan bareng, dikarenakan perongkosan untuk pergi ke Raja Ampat itu dapat di golongkan perjalanan yang Mahal.
Setelah mempromosikan perjalanan ini di Web Backpacker Indonesia, lumayan satu demi satu partisipan minat mau ikutan, yang akhirnya kita semua berjumlah 14 orang dan semuanya datang dari berbagai kalangan social dan daerah yang berbeda. Medan , Jakarta, Bogor, Jambi bahkan Cilacap kalau ngk salah sih. mungkin bagi pembaca bisa membuka Link disini bagaimana asalnya perjalanan grup kami di mulai



Perjalan kami berawal dengan menggunakan Boat yang kebetulan ada satu orang temen gue yang masuk di grup ini dan dia ini memang dari pertama sudah bilang ke gue bahwa dia punya koneksi yang bisa pinjemin Boat ini dan kita cuma kumpulin uang untuk bayar Bensin dan Crew dari boat ini. dan temen gue ini memang nekat orangnya , dari hari pertama gue bilang ke dia...ehh...kalau ngk ada yg mau ikutan trip kita gimana nih, dia bilang gimana yah, akhirnya gue bilang berdua atau beramai ramai kita tetap jalan.


Hari Pertama kami tiba di Sorong kami langsung di Jemput di pelabuhan sorong oleh Boat yang akan pakai selama perjalanan kami Nantinya di Raja Ampat, kami tiba sudah hampir sore di karenakan delay dari Merpati yang membawa kami dari Makasar ke Sorong. yah untunglah kalau tidak yang pastinya kami akan kehilangan satu hari dan harus menginap di Sorong dikarenakan sudah tidak ada lagi Ferry yang akan membawa kami menyebrang dari Sorong ke Waisai. Ferry ini biasanya berangkat dari Sorong menuju Waisai setiap hari berangkat jam 2 Siang dan biasanya kalau sudah penuh Ferry ini tidak menunggu sampai jam yang di tentukan, kami tiba di Sorong sektar 1 jam setengah terlambat. beruntunglah kami yang mempunyai Brother Wijaya teman dari Mbak Cathe yg sudah mempersiapkan Boat ini dan dengan partnernya brother Toto yang belakangan menjadi sahabat karip Kami dan Toto ini adalah pemask yang handal dan terkenal dengan Menu Ikan kuning ala Papua, memang tidak di pungkiri lagi Toto is The Best.

setealah meninggalkan pelabuhan  Sorong Boat Kami Full Speed menuju ke Waisai, jarak jang ditempuh sekitar 1 jam tetapi kalau dengan Ferry bisa memakan waktu sekitar 3 jam. Kesempatan yang tidak disiasiakan saat kami mendekati Pulau Waigeo yang beribukota Waisai kami sempat di bawa oleh Crew Brother Wijaya ke satu pulau kecil yg gue sendiri sudah tidak ingat lagi namanya yang mana kami dapat berenang dan sebagian dari anggota kami yang Muslim dapat berkesempatan bersembahyang Magrip di Dermaga tempat kami beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan yg melelahkan sambil menikmati ke indahan Pulau dan Matahari terbenam. dan gue sendiri bersama beberapa teman sudah tidak bisa menahan lagi keinginan untuk lompat ke air yang sangat jernih dan bersih .

Melihat Sunset di Tempat ini memang sangat Indah dan kalau masih ada kesempatan lagi ingin gue kembali ketempat ini dan menikmatinya.
setelah puas berenang dan saling berfoto ria di waktu sudah mulai gelap kami melanjutkan perjalanan kami ke Waisai dimana tempat kami akan beristirahat dan melanjutkan perjalanan kami esok hari.

Hari berikutnya pagi pagi sekali gue sama teman teman sudah bagun dan langsung menuju pantai WTC untuk Sunrise Foto Hunting, tetapi sangat disayangkan awan tebal nenutupi sang surya yang hendak menampakkan mukanya, bulan Agustus merupakan bulan yang dikategorikan oleh orang orang papua sebagai bulan musim Barat. tetapi waktu gue disana tidaklah terlalu jelek sekali cuaca disana, cuman berawan saja dan kadang hujan sebentar dan setelah itu terang kembali




Pagi itu kami bersiap lagi untuk menueruskan perjalanan kami Island Hoping dan Snorkeling, dalam perjalanan kami menuju ke tempat Snorkeling kami melalui Teluk Kabui yang mana terdapat banyak sekali Batu Karst yang mernjulang di tengah tengah laut, batu Pensil salah satu Batu Karst yang menjulang di tengah lautan,

Jika kita melihat semuanya ini benar benar menakjubkan Batu Batu Karst menjulang diataspermukaan air. dalam perjalanan kami, Di Teluk Kabui ini kami menemui Diver yang sedang menikmati dunia bawah air, di karenakan di bawah Batu Karst ini lah tempat ikan ikan dan tumbuhan karang yang berwarna warni tumbuh dengan suburnya.
bagi kami yang belum pernah melihat keindahan dari Teluk Kabui ini membuat mata kami tidak mau berkedip untuk melewati pemandangan yang sangat menakjubkan ini, bagai melihat lukisan saja tetapi ini benar benar di depan mata kami.





>>>>>Coming up Next Kids World.....bersosial dengan anak anak Pulau<<<<<<


Sunday, January 20, 2013

Traveling Make Your Life Healthier






Many people have significant reservations about leaving home for a trip to someplace new. They lose sight of the fact that travel can be, and usually is, a very healthy activity. The excitement and anticipation of preparing for a trip can be a euphoric experience, reducing stress levels even before you start out on your journey.

Traveling provides incredible opportunities for adventure, discovery and fun. Sometimes fulfilling a long-held dream. When we visit other regions or countries, we gain a better understanding of the people living there. Vacations can energize us as we slip away from our normal life… a nice respite from our regular routine. Traveling increases our knowledge and broadens our perspective. Traveling can be a uniquely healthy activity, and here are several benefits of traveling:


Traveling opens doors for you to experience and even appreciate different cultures and lifestyles. Being immersed in a new locale will put your life in perspective, as you discover new sights, sounds and aromas. Visit strange and exotic places; discovering new people, plants and animals. Opening your eyes to how the rest of the world lives.


Experience culinary delights that may tantalize or even shock your taste buds.


Sate Kambing

Es Teler


Nasi Bungkus




Enjoying alternative forms of entertainment that are not available in your hometown or country can make a trip worthwhile.

Traveling can be a great way to learn the basics of a foreign language from the native speakers. Learn the nuances of proper pronunciation and accent.

Since traveling involves new experiences, it can greatly enhance our ingenuity. You'll learn the different ways that people accomplish things. Giving you new ideas and many “aha” moments.

You’ll most likely make new friends and acquaintances along the way. And traveling with friends or family creates memories for a lifetime. Sharing unique experiences and pleasures with a companion strengthens the bond you share together.

There is a high probability that you’ll walk much more while traveling. Going greater distances and more often than normal.


Borobudur Temple


Take a much-needed break from the stresses of your life and rejuvenate your spirit. The stress relief benefits of traveling are amazing. Traveling frees the mind and puts the body at rest, improving your mental well-being. Relaxing at your home or enjoying a “stay-cation” is insufficient for some folks to fully unwind.

After traveling, it is highly likely that you will feel more energized to get back to work. Chronic stress is terrible for your health, and even a brief vacation can cause a noticeable drop in stress levels

Introducing children especially to a variety of destinations and cultures can help them to be better socially adjusted adolescents and adults, causing them to feel more secure in various settings.

You are more likely to be outside longer than usual…which is usually a good thing.
Technology has made traveling easier, faster and even affordable. Many places in the world are more accessible. 



Gili Trawangan - Lombok




Visit exotic new places and discover what this wonderful world has to offer.
Exotic beaches, quaint old towns, bustling cities, rain forests, and snow-capped mountains await you. Take a hike, a dive or a safari. They will deliver treasured memories to pull out and savor every so often, lasting a lifetime.

Yes, there are many healthy benefits of traveling! 

Sunday, January 6, 2013

Raja Ampat Backpacker Alternative



Raja Ampat sangat terkenal dikalangan Diver Club Internasional, Surga bawah laut yang mereka namakan. akan tetapi biaya untuk mencapai tempat ini boleh dikatakan Wah ! cobalah anda perbandingkan dengan Patokan harga dari Travel agent. Mungkin dengan biaya yang boleh dikatakan Best Deal ini kita masih dapat menikmati apa yang dinikmati oleh Bule-bule yang berkocek tebal - mungkin, atau mereka yang mempunyai  Credit Card dengan Very high limit.
Keindahan Raja Ampat pasti sudah lekat di benak Anda. Sayangnya, butuh uang yang tidak  sedikit untuk dapat melihat langsung pesona keindahan kepulauan ini. Tapi, Anda bisa menyiasati beberapa hal agar bisa ke sana dengan bajet yg  minim !
Waktu Raja Ampat baru terkenal, para traveler menghabiskan belasan hingga puluhan juta atau ribuan dollar untuk bisa menikmati alamnya yang elok. Seiring berjalannya waktu, para traveler menjadi lebih “pintar” dalam mencari cara agar keindahan kepulauan di Papua Barat itu bisa dinikmati langsung dengan harga yg terjangkau,  Hal pertama yang harus diingat adalah semakin banyak orang yang ikut, semakin minim pengeluaran dengan sharing Cost . Hal ini karena mayoritas sarana transportasi yang digunakan di Raja Ampat adalah sewaan, mulai dari mobil hingga perahu untuk berkeliling. Jadi, bawalah “awak” sebanyak mungkin.
Untuk mencapai Raja Ampat dari Jakarta, ada tiga alternatif.
 Pertama, menggunakan kapal PELNI (Rp 700.000-800.000/orang, sekali jalan). Paling murah, tapi perjalanannya paling lama. 5 Hari 4 malam hingga tiba di Kota Sorong.
Alternatif kedua adalah membeli tiket promo penerbangan langsung ke Sorong. Maskapai Sriwijaya misalnya, pernah memberi promo Buy 1 Get 1 Free. Ini berlaku untuk dua orang, dengan hanya Rp 1 juta per orang. Tinggal dikali dua untuk ongkos pulang-pergi.
Opsi ketiga adalah melakukan penerbangan (promo tentunya) dari Jakarta ke Ambon, lalu lanjut dengan kapal PELNI dari Ambon-Sorong. Tapi siap-siap saja, karena kapal PELNI ini hanya mampir sekitar 1 minggu sekali.
Snorkling site

Di Sorong, Anda bisa menyewa taksi isi 5 orang (sekitar Rp 50.000-70.000 sekali jalan) menuju Pelabuhan Rakyat. Sebelum naik kapal menuju Waisai (ibukota Raja Ampat), Anda sebaiknya membeli perbekalan terlebih dahulu. Air minum yang banyak, juga makanan instan seperti mie. Harga bahan makanan di Sorong lebih murah dari pada Raja Ampat.
Ada dua kapal dengan rute Sorong-Waisai, keduanya berangkat tiap pukul 14.00 WIT. Pertama adalah kapal fiber (Rp 120.000/orang, 3 jam perjalanan). Lebih murah jika menggunakan kapal kayu (sekitar Rp 70.000/orang, sekitar 5-6 jam tergantung besarnya ombak).
Dari pelabuhan Waisai, Anda bisa menggunakan jasa ojek untuk mencari penginapan di kotanya (sekitar Rp 20.000, 15 menit perjalanan). Tapi sebelum check in, Anda harus mendatangi kantor Depbudpar setempat. Tiap wisatawan yang masuk ke wilayah Raja Ampat dikenakan biaya konservasi sebesar Rp 200.000 (turis domestik) dan Rp 500.000 (turis mancanegara).
Penginapan paling murah di Waisai dipatok Rp 200.000 / kamar / malam. Jika ingin lebih hemat, Anda bisa melakukan “pendekatan” dengan warga lokal dan menginap dengan imbalan makanan atau uang. Ingin lebih hemat lagi? Mungkin dapat bertenda di pesisir pantainya, kenapa tidak ,kalau memang di ijinkan dan dapat menjaga kebersihan, carilah info untuk ini.
Pantai Pulau Gam




Tiang-tiang  Homestay

Jika ingin mengeksplorasi Raja Ampat keesokan harinya, bangunlah pukul 04.00 WIT. Bertolaklah ke Pasar Waisai, dan lihatlah jajaran perahu (orang lokal menyebutnya “long boat”) yang bisa disewa lewat tawar-menawar dengan nelayan. Harganya sekitar Rp 2 juta (termasuk kapal dan nelayan itu sendiri sebagai pengemudi), namun belum termasuk BBM. Harga BBM itu sendiri Rp 10.000/liter.
Wayag adalah tujuan favorit para traveler. Inilah ikon Raja Ampat yang biasa Anda lihat di layar kaca, berupa lautan biru tua yang dihiasi gunung-gunung kecil berwarna hijau. Sebelum melakukan perjalanan ke tempat ini, sebaiknya bawalah banyak makanan dan minuman. Karena sepanjang jalan, bahan makanan hanya bisa ditemukan di dive resorts yang tentunya dibandrol lebih mahal.
Most Popular Hiking site Wayag
Untuk mencapai Wayag diperlukan sekitar 400 liter bensin. Dengan kata lain, total pengeluaran long boat dengan rute Waisai-Wayag-Waisai adalah Rp 7 juta. Tapi tenang saja, 1 long boat bisa diisi hingga 14 orang. Alias, Anda hanya mengeluarkan Rp 500.000 untuk perjalanan lebih dari 12 jam.
Jarak tempuh yang jauh ini bukannya tanpa arti. Di sepanjang jalan, Anda bisa singgah ke beberapa titik snorkeling seperti Five Rocks dan Teluk Kabui. Jika ingin melakukan diving sebaiknya Anda menggunakan agen penyelaman di Waisai, salah satunya Waiwo Dive Resort. Sekali penyelaman minimal Rp 400.000/orang.
Tumbuhan  laut di bawah  Homestay









Tiba di Wayag, Anda harus melapor terlebih dahulu ke kantor konservasi laut setempat. Nelayan sudah mengetahui betul hal ini, sehingga Anda hanya perlu mengingatkannya saja. Nelayan juga mengetahui titik-titik favorit para traveler ketika berkunjung ke Wayag yang indahnya memesona ini.
Jika Anda berangkat 4 orang selama 3 hari 2 malam, seluruh hal di atas akan menghabiskan sekitar Rp 4,7 juta saja. Apalagi jika anggota rombongan lebih dari 5 atau mungkin 10 jika Anda mengajak keluarga dan teman terdekat. Nah, tunggu apa lagi? 

Raja Ampat di depan mata. Bagi kamu yang ngak bisa Diving tidak usah kawatir masih banyak kegiatan yang bisa di jalanin di sini seperti, Snorkling, jalan-jalan pantai, Kayaking, Obserfasi Hutan, Treking, berkunjung ke kampung-kampung sekitar. Usahakan pergi per grup agar biayanya dapat lebih terjangkau.





Beberapa type Homestay yang ada di Pulau Kri

Mau Info yang lebih detil lagi visit  saja di sini : http://www.stayrajaampat.com/



Friday, December 14, 2012

Bermimpi. Berkemas. Berangkat



Baru-baru ini WEGO Indonesia dan Hifatlobrain Travel Institute melansir video bertajuk Vaastu.Video ini dipersembahkan kepada mereka yang mendedikasikan sebagian waktunya di perjalanan demi sebuah petualangan baru: para traveler, para pencari arah.
Petunjuk peta perjalanan Vaastu
Dalam bahasa Sansekerta, vaastu berarti arah. Video berdurasi dua menit ini sendiri berkisah tentang seorang traveler yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Selain bermodalkan peta, ia mempercayakan vaastu-nya kepada penduduk lokal untuk memandunya selama perjalanan. Ia menjelajahi berbagai tempat, mulai dari perbukitan, perkebunan, pasar, hingga pantai. Di persinggahan terakhir, ia biarkan dirinya menyerap segenap keindahan yang ditawarkan tempat itu. Saat itulah ia menemukan vaastu-nya.
Mencari jalan Vaastu
Setiap traveler membutuhkan panduan untuk mencapai destinasi impian mereka. Panduan tersebut dapat berasal dari mana saja, mulai dari yang paling konvensional seperti peta atau penduduk lokal, sampai internet seperti situs perjalanan, blog, dan sebagainya
bertanya Vaastu pada penduduk lokal
Seorang traveler sejati beranggapan bahwa pemandu terbaik dalam perjalanan adalah penduduk lokal. Tak hanya petunjuk, dari mereka kita juga kerap mendapatkan cerita menarik yang mewarnai perjalanan soal destinasi yang akan atau sedang kita kunjungi. Vaastu, merupakan buah panduan yang tepat tersebut. Sehingga meski traveling seorang diri (solo traveling), kita tak semestinya takut untuk menemukan kejutan-kejutan yang menanti di perjalanan.
Vaastu solo travelling
Barangkali pepatah klasik yang dilontarkan oleh seorang filsuf dan theologis Latin, St. Augustine, tepat menggambarkan pesan yang ingin disampaikan oleh video Vaastu ini: “Hidup bagaikan sebuah buku; mereka yang tak pernah bepergian hanya membaca satu halaman saja”.
vaastu bermimpi berkemas berangkat
Bepergian lah, dan temukan sendiri arahmu. Tak perlu gentar, justru sebaliknya, sambut lah kejutan-kejutan tersebut dengan tangan terbuka sebagai sebuah pengalaman baru.
Bermimpi. Berkemas. Berangkat.

re issue, Nature love.