Saturday, January 18, 2014

Fun In The Sand


Kelso Dunes


Setelah mengontak temenku dan sepakat untuk pergi hiking ke Gunung Pasir yang namanya Kelso Dunes dan berada di kawasan Mojave National Preserve, hari yang ditungu tunggu pun tiba. Minggu subuh sekitar jam 3 aku jemput temenku bersama dengan anak anaknya.

Udara pagi itu tidak terlalu dingin meskipun saat ini masih dipertengahan musim dingin. memang cuaca pada tahun ini agak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya yang biasanya kalau musim dingin banyak Salju dan dingin sekali, tapi tahun ini di negara bagian tempat aku tinggal California Selatan belun turun turun Salju dan udara memang agak hangat bukannya panas.

Pagi itu kami berlima yang semua laki laki, walaupun masih mengantuk karena bangun terlalu pagi tapi tetap semangat untuk mengunjungi tempat Sand Dunes ini dan tujuan utama kami untuk mengejar Sunrise.
setelah drive sekitar 2,5 jam nonstop tibalah kami ditempat tujuan dan suasana masih agak gelap, Matahari just about mau keluar dari balik bukit. Setelah memarkir mobil kami langsung masing masing membawa board dan berjalan menuju ke arah gunung.


Kami beristirahat sebentar setelah berjalan agak jauh untuk menikmati suasana hening, pada saat matahari mulai menunjukkan sinarnya kamipun melanjutkan hiking kami, Kelso Dunes ini berada dibagian utara dari interstate highway 40, sekitar 150 miles ke arah east dari tempat tinggalku, pagi itu memang masih sepi sekali dan belum ada pengunjung yang datang. Mojave National Preserve nama tempat ini, dan Kelso Dunes ini adalah salah satu Gunung pasir yang tertinggi nomor dua di California setelah Eureka Dunes dengan ketinggiannya kira kira 650 feet dari permukaan tanah setempat bukan dari permuakaan laut, dan tempat ini dilindungi oleh pemerintah dan tidak diperuntukkan menjadi Comersial. jadi tempat ini bukan hanya gunung pasirnya yg menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang kesini tetapi juga dapat ditemukan Kura Kura yang dilindungi

Setelah menikmati Sunrise kami pun melanjutkan hiking kami menuju ke arah gunung pasir di depan kami. yang menjadi permasalahan disini bagi kami adalah bejalan diatas pasir yang halus seperti tepung, jadi jika kita menapakkan kaki dipasir ini agak sulit dikarenakan kaki ini akan masuk agak dalam ke dalam pasir hampir mirip berjalan di dalam lumpur dan berjalan tidaklah segampang seperti kita berjalan diatas tanah dan memang menguras tenaga






capek memang, capek sekali berjalan meuju kebukit pasir ini dan beruntung kami berada di tempat ini masih pagi dan udara masih sejuk walaupun matahari sudah bersinar. anak anak dari temanku ini semangat sekali melihat gunung pasir didepan mereka ingin secepatnya memainkan papan luncur mereka.



kami pun dengan semangatnya mendaki ke salah satu puncak dari gunung pasir ini meskipun bukan puncak yang tertinggi tetapi buat anak anak ini sudah cukup menakutkan meluncur dari tempat ini, Kelvin berteriak ke aku, Uncle Benny just play from here, don't go all the way to the top, kind of scary,  aku merasa memang untuk anak anak yang mempunya rasa takut ketinggian tempat ini memang cukup tinggi dari permukaan tanah jika kita melihat kebawah. mereka langsung bermain meluncur diatas pasir dengan bordnya mereka masing masing, tetapi bagi aku merupakan tantangan untuk tetap hiking menuju ke tempat yang paling atas dari bukit pasir ini, Dan aku pun melanjutkan hiking sendirian menuju ke puncak yang paling atas dari bukit pasir ini




Setelah dengan sangat lelah mendaki bukit pasir ini dikarenakan semakin tinggi bukit ini terasa pasirnya semakin halus jadi sulit untuk menapakkan kaki dipasir ini dan jika kita memainkan pasir ini dengan kaki saat menapakkan kaki dan menekannya semakin dalam maka pasir ini akan mengeluarkan suara seperti berdengung, orang setempat mengatakan sebagai pasir yang bernyanyi, bukan dikarenakan suara dari angin yang bertiup kencang meniupkan pasir pasir ini tetapi saat kita bermain dengan pasir inilah gesekan dari pasir ini mengeluarkan suara dengungan, aneh sekali memang aneh sekali pasir bisa mengeluarkan suara dengungan. tidak terasa akupun tiba di puncak dari Kelso Sand Dunes ini, pemandangan yang terlihat dari puncaknya memang indah sekali, bersamaan angin perlahan meniup puncak dari pasir ini yang menghapus bekas tempat aku berpijak.

















Setelah istirahat sejenak dan mengambil foto sebanyak mungkin dari atas sini, akupun sekali lagi melihat sekeliling tempat ini dan bermain dengan pasir dari atas bukit pasir ini.
suasanya lain dan tenang sekali dari atas bukit ini dan kadang hanya tiupan angin yang sebentar sebentar meniup pasir bekas jejak tempat aku berpijak.

Waktunya untuk turun dengan menggukan papan luncur yang kubawa saat mendaki tadi sangatlah menyenangkan, meluncur dari ketinggian. Sayangnya board yang aku bawa tidaklah terlalu licin bagian dasar dari board ini, jadi kadang kadang saat meluncur tidak terlalu cepat bahkan berhenti meluncur. tetapi semuanya ini terbayar saat aku tiba dibawah dan melihat kembali ke puncak gunung pasir ini. sudah  aku  taklukkan,  ini lah yang ada didalam perasaanku saat itu, i was there at the top !!!







Saat yang paling ditunggu oleh anak anak setelah meguras tenaga hiking, sandboarding, bermain pasir, kami pun istirahat sambil menikmati makanan yang kami bawa saat itu dan berbincang bincang tentang apa yang telah kami lakukan hari itu. kesini lagi next time ? aku bertanya kepada anak anak dari temanku, mereka langsung mengatakan......Yes Uncle Benny !!!

Saturday, December 28, 2013

Palembang Yang Tetap Menarik

Jembatan Ampera

Hari ini Jumat satu hari setelah aku tiba dari US, kayaknya badan masih pegel-pegel setelah perjalanan panjang aku dari Los Angeles ke Jakarta dan aku sudah harus berangkat lagi ke Palembang. kayaknya enak bener gitu, perasaan aja sih itu sebenarnya pindah dari satu pesawat ke pesawat yang lain. perjalanan aku kali ini memang panjang banget sih jika dihitung jaraknya, ribuan kilometer.

Pagi pagi sekali aku sudah harus antri lagi di loket penerbangan diCengkareng untuk menuju ke Palembang. Penerbangan kali ini sih tidak terlalu lama sekitar satu jam penerbangan aku sudah tiba di Bandara Palembang, setalah antri dipengambilan bagasi aku keluar airport dan sudah ditunggu oleh sepupuku. karena sudah cukup lama tidak ketemuan sama sepupuku, biasalah tanya sana tanya sini bagaimana keadaan selama aku tinggal di US dan lain lain sebagainya.

Mau kemana dulu nih tanya sepupuku tiba -tiba memotong pembicaraanku, aku bilang maunya sih cari Pempek dulu makanan khas palembang, tapi aku bilang ke Hotel dulu deh biar barang bawaan ini bisa lepas dulu, baru kita jalan. dalam perjalanan ke Hotel aku ngak banyak liat sana sini, mungkin karena masih Jet Leg plus juga kecapean yg memang benar-benar belum cukup istirahat, aku ketiduran selama perjalanan ke Hotel.

Tujuan utama yang menjadi keputusan pagi ini ialah aku akan di bawa sama sepupuku berkunjung ke Pulau Kemaro melihat Pagoda tempat sembahyangnya Orang Chinese di Palembang.
Kami menuju ke ujung Kota Palembang di perbatasan sungai Musi. untuk menuju tempat ini kami harus menyewa perahu yang orang-orang lokal menyebutnya sebagai Ketek.
setelah tawar menawar dan sepakat harga, kami pun naik Perahu ini, sebelum menuju ke Pulau Kemaro kami diajak berputar-putar sekitar jembatan musi oleh pengemudi Perahu ini, terlihat keramaian dibawah Jembatan Musi ini, dipinggir jebatan terlihat pedagang-pedagang makanan dan perahu perahu yang akan membawa para penumpang menyeberang sungai


sepanjang perjalanan di sungai Musi ini banyak sekali hal-hal yang menarik dapat terlihat, dari rumah penduduk ditepian sungai musi hingga kapal kapal besar yang berlabuh membuang jangkar ditengah Sungai Musi ini. cuaca hari ini cukup panas dengan matahari yang bersinar denag teriknya membuat aku berkeringat, tetapi selama perahu ini berjalan terus angin yg bertiup cukup membuat tubuhku agak sedikit dingin.

Tidak beberapa lama kami pun tiba diPulau Kemaro yang menjadi tujuan kami, hari ini terlihat banyak pengunjung mungkin di karenakan hari libur sekolah dan terlihat banyak anak anak muda yang berkunjung ke tempat ini.

  

kami berjalan keliling memutari pulau ini, ternyata tidaklah besar dengan berkeliling sekitar 15 menit kita sudah berkeliling seluruh pulau. menurut cerita pada hari-hari tertentu pulau ini penuh dengan pengunjung yang hendak bersembahyang. di pulau ini juga terdapat warung warung menjual makanan seperti Es kelapa Muda dan Mie Instant, buat aku yang melihat Kelapa muda kesempatan yang tak terlewatkan untuk menikmatinya, terutama udara yang panas memang cocok sekali menikmati kelapa muda.


Setelah hari sudah mulai sore, kami pun kembali menaiki perahu yang kami sewa untuk kembali menuju Jembatan Ampera tempat dimana kami memulai perjalanan kami hari ini. wisata sungai Musi ini boleh dikatakan menyenangkan dikarenakan sepanjang perjalanan disungai Musi ini kami dapat melihat lihat pemandangan rumah rumah penduduk yang dibangun ditepi sungai.